BMW Pangkas Fitur Untuk Atasi Masalah Kelangkaan, Ada Apa?

Piwulang – Chip semikonduktor memiliki berbagai macam fungsi untuk meningkatkan penggunaan teknologi konektivitas pada mobil-mobil masa kini. Fitur chip semikonduktor ini dapat menangani dan memproses data seperti komunikasi internet, fitur navigasi seperti GPS, dan juga layanan darurat jika memungkinkan.

Terjadinya kelangkaan chip semikonduktor ini, memaksa berbagai produsen mobil untuk memangkas berbagai fitur agar bisa tetap melakukan produksinya.

Kelangkaan ini juga terdampak pada produsen mobil asal Jerman, BMW. Director of Communication BMW Indonesia, Jodie O’tania mengatakan, BMW telah melakukan antisipasi untuk mengatasi kelangkaan chip semikonduktor ini. Tentunya dengan strategi khusus.

Strategi yang dimaksud yakni dengan melakukan penggantian fitur-fitur yang dirasa kurang begitu penting, agar produksi mobil bisa tetap berjalan diseluruh pasar.

Tentunya, pemangkasan ini disesuaikan dengan market, dan hanya pada fitur yang dirasa kurang penting. Sementara pada fitur-fitur yang sudah umum pada mobil BMW

tetap dipertahankan.

Produsen raksasa asal Jerman ini juga mendapatkan pukulan yang keras, terdampak dari adanya kelangkaan pasokan chip semikonduktor ini. Akibatnya, produsen BMW memangkas beberapa fungsi yang ada pada layar sentuh dibeberapa seri mobil BMW.

Informasi ini didapatkan melalui Bimmerfest yang diperoleh beberapa waktu lalu, melalui pemberitaan bahwa BMW secara berat dan terpaksa melakukan beberapa langkah untuk mengatasi kelangkaan chip semikonduktor, terutama pengurangan fitur yang kurang penting pada beberapa seri tertentu.

Meskipun terdapat pemangkasan fitur, bukan berarti BMW memproduksi mobil barunya tanpa memberikan sistem infotaiment sama sekali. Sistem akan tetap berjalan dengan baik, namun fungsi seperti layar sentuh akan dihilangkan dibeberapa seri.

Semua tombol dan beberapa fungsi iDrive yang terletak pada konsol tengah tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Share: